Perbedaan Seserahan, Hantaran dan Mahar, Perlu Dipahami Buat Calon Pengantin

Seserahan, hantaran dan mahar menjadi rangkaian dalam prosesi pernikahan yang tak bisa dilewatkan. Ketiga bagian dari pernikahan tersebut terasa masih cukup asing bagi beberapa orang terlebih penting dipahami buat calon pengantin. Sebab perbedaan seserahan, hantaran dan mahar ternyata beda-beda tipis dan bikin bingung.

Pernikahan menjadi momen yang sangat ditunggu oleh setiap pasangan. Sebab pernikahan adalah ikatan yang begitu suci untuk dua sejoli meresmikan hubungan mereka. Namun dalam rangkaian pernikahan ada beragam prosesi yang harus dilewati sesuai dengan adat dan budaya masing-masing. Dalam hal ini di Indonesia, dikenal dengan prosesi pernikahan yang sangat beragam.

Misalnya saja pernikahan adat Jawa ada beberapa prosesi yang harus dilewati diantaranya pasang tratag, menyiapkan kembar mayang, pasang tuwuhan, siraman, dodol dawet, dulangan pungkasan, midodareni dan lain sebagainya menjadi rangkaian panjang prosesi pernikahan yang harus dijalankan.

Namun terlepas dari proses pernikahan berdasarkan adat dan budaya, proses lamaran, pengajian, memberikan seserahan, hantaran serta mahar cukup umum dilakukan dalam konsep pernikahan di Indonesia. Sayangnya masih cukup banyak orang mungkin bingung membedakan seserahan, hantaran dan mahar.

Sebab ketiganya beda-beda tipis namun memiliki perbedaan yang dapat dikenali dengan sangat mudah. Adapun perbedaan seserahan, hantaran, dan mahar yang perlu diketahui terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan berikut terkait perbedaan seserahan, hantaran, dan mahar yang penting buat calon pengantin.

1. Pengertian Seserahan

Sebelum membahas mengenai perbedaan seserahan, hantaran, dan mahar ada baiknya untuk memahami pengertian ketiga jenis bagian dari prosesi pernikahan lebih dulu. Pengertian seserahan sendiri dapat diartikan sebagai simbol yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai bentuk tanda tanggung jawab kepada calon istri.

Dalam hal ini wujud tanggung jawab tersebut dapat berupa memenuhi beragam kebutuhan calon pengantin wanita dan keluarga setelah menikah. Seserahan juga dapat diartikan dengan peningset, tanda pengikat hati antara kedua belah pihak keluarga.

2. Pengertian Hantaran

Sedangkan hantaran dapat diartikan sebagai buah tangan untuk pengetuk pintu bagi kedua belah pihak keluarga. Hantaran tersebut diberikan dari pihak pengantin pria kepada pihak keluarga wanita ataupun pihak pengantin wanita kepada pihak pengantin pria.

Hantaran tersebut dapat berupa aneka jenis makanan, buah, beras dan lain sebagainya. Hantaran diberikan untuk masing-masing kedua belah pihak baik menerima, memberi, tukar menukar sebagai bentuk untuk mempererat hubungan.

3. Pengertian Mahar

Pengertian mahar dapat diartikan sebagai hak murni calon pengantin perempuan sebagai syarat sah pernikahan. Dalam agama Islam, mahar termasuk menjadi syarat sah dari sebuah prosesi pernikahan yang diberikan saat akad. Mahar tersebut diberikan dari calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita pada saat hari akad pernikahan.

Calon pengantin perempuan tersebut dapat meminta beragam jenis mahar kepada pihak pria mulai dari uang ataupun emas dan hal lainnya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak serta tidak memberatkan pihak pria.

4. Perbedaan Seserahan, Hantaran, dan Mahar

Setelah memahami pengertian seserahan, hantaran dan mahar kalian dapat membedakan ketiganya dengan mudah. Namun untuk lebih lengkap dan jelasnya sebagai berikut yakni perbedaan seserahan, hantaran dan mahar.

Perbedaan seserahan dengan hantaran dan mahar adalah yang pertama seserahan diberikan dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin perempuan. Lain halnya dengan hantaran yang diberikan kedua belah pihak baik pria ataupun wanita. Kedua belah pihak saling memberi, menerima, tukar menukar hantaran yang diberikan. Sedangkan mahar diberikan dari pihak pria sebagai syarat sah pernikahan di hari pernikahan.

Berdasarkan bentuknya seserahan bisa berupa beragam kebutuhan perempuan mulai dari kosmetik, peralatan mandi, pakaian, sepatu dan lain sebagainya. Sedangkan mahar biasanya berupa aneka jenis makanan tradisional, buah, beras, dan lain sebagainya. Lain halnya dengan mahar yang bisa berbentuk uang sebagai acuannya, emas, seperangkat alat sholat, dan lainnnya sesuai dengan kemampuan pihak pria dan kesepakatan kedua belah pihak.

Berdasarkan waktu pemberiannya, seserahan bisa diberikan saat lamaran ataupun H pernikahan disesuaikan dengan isi seserahan yang diberikan serta jarak waktu dari lamaran dan menikah. Begitu pula dengan hantaran yang bisa diberikan dalam rangkaian prosesi pernikahan seperti lamaran. Sedangkan mahar diberikan pada saat hari H pernikahan atau ketika akad.

5. Macam-Macam Isi dalam Seserahan, Hantaran dan Mahar

Perbedaan seserahan bisa dilihat dari beragam isi yang terdapat dalam seserahan, hantaran dan mahar. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan di bawah ini mengenai isi dari seserahan, hantaran dan mahar yang perlu dipahami bagi calon pengantin.

– Macam-macam isi seserahan: Adapun macam-macam isi seserahan biasanya dapat berupa seperti barang-barang yang digunakan calon pengantin perempuan mulai dari kosmetik, pakaian, tas, sepatu, peralatan mandi dan lain sebagainya.

– Macam-macam isi hantaran: Seperti penjelasan sebelumnya beberapa macam isi hantaran dapat berupa aneka jenis kue tradisional yakni buah-buahan, beras, gula, dan aneka jenis barang lainnya yang dirangkai dengan desain menarik.

– Macam-macam mahar: Mahar dapat berupa uang tunai, emas, seperangkat alat sholat, ataupun jenis mahar lainnya.

Nah itulah perbedaan seserahan, hantaran, dan mahar yang penting diketahui bagi calon pengantin. Beragam prosesi pernikahan dan rangkaian menuju hari H pernikahan tersebut dapat disesuaikan dengan adat dan budaya masing-masing.